Tags

, , ,


Hmmm,, udah lama rasanya ngga posting yang berkaitan dengan bidang akuntansi. Baiklah. Sekarang saya akan mencoba membahas mengenai standard costing yang sering diimplementasikan di perusahaan-perusahaan besar. Menurut pemahaman saya sendiri, standard costing itu hanya punya satu tujuan pokok, yaitu MENGEVALUSI KINERJA PERUSAHAAN pada suatu periode tertentu yaitu dengan cara MEMBANDINGKAN ACTUAL COST yang terjadi dengan STANDARD COST yang sudah ditentukan. Simple kan sebenarnya.

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan standard cost atau biaya standard itu. Berikut saya ambil beberapa definisi yang kiranya bisa memberikan pencerahan.

A standard cost is the predetermined cost of manufacturing a single unit or a number of product units during a specific period in the immediate future. It is the planned cost of a product under current and / or anticipated operating conditions.” ini sumbernya.

Jadi menurut pengertian di atas, standard cost atau biaya standard itu adalah biaya yang telah ditetapkan (diawal) untuk memproduksi sebuah atau beberapa unit barang di dalam kurun waktu tertentu. Dan, biaya ini adalah suatu biaya yang sudah direncanakan dan diharapkan akan terjadi di kurun waktu tersebut. Meskipun pada kenyataanya sering berbeda dengan biaya aktual yang terjadi. Dimana perbedaan itu nantinya akan dikenal sebagai variance.

Hal yang paling penting dari konsep standard cost ini adalah bahwasanya standard cost ini adalah sebuah patokan atau rujukan dalam hal pengukuran suatu kinerja keuangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, apapun hasilnya nanti, apabila disuatu kurun periode akuntansi sudah selesai, manajemen akan segera tahu bagaimana kinerja keuangan sebuah perusahaan dengan melihat komparasi antara actual cost dengan standard cost yang terjadi dan mungkin komparasi itu akan membuat suatu perbaikan untuk periode selanjutnya.

Standar cost digunakan dalam akuntansi manajerial di mana mereka berhubungan dengan kuantitas dan biaya yang diinput yang digunakan dalam membuat barang-barang manufaktur atau jasa. Dalam hal ini, akan terjadi pengaturan untuk menentukan kuantitas dan standar biaya untuk setiap sumber daya yang diinput seperti bahan baku dan waktu tenaga kerja langsung. Standar kuantitas menentukan berapa banyak input harus digunakan untuk membuat suatu produk atau menyediakan layanan. Biaya atau harga standar menentukan berapa yang harus dibayar untuk setiap unit barang yang diinput. Jumlah aktual dan biaya yang sebenarnya ini kemudian nantinya akan dibandingkan dengan standar cost. Adapun nantinya manajemen menemukan penyimpangan signifikan antara actual cost dan standard cost, tujuannya adalah untuk menemukan masalah dan menghilangkan itu sehingga tidak terulang kembali di periode berikutnya.

Pendekatan dasar (basic approach) untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah, kita bisa memanfaatkan siklus analisis varians, siklus ini dimulai dengan penyusunan laporan kinerja biaya standar di departemen akuntansi. Laporan-laporan ini menyoroti varians, yang merupakan perbedaan antara hasil aktual dan apa yang harus terjadi sesuai dengan standar cost. Varians menimbulkan pertanyaan-pertanyaan diantaranya, mengapa varians ini terjadi? Mengapa varian ini lebih besar daripada periode sebelumnya? Varians yang signifikan harus diselidiki agar bisa menemukan akar permasalahan yang terjadi.

Setelah akar permasalahan diketahui, maka harus diambil tindakan perbaikan dan kemudian diimplementasikan di periode berikutnya dengan harapan tidak akan terulang lagi masalah yang sama. Siklus ini kemudian mulai lagi dengan persiapan kinerja biaya standar baru untuk periode baru dengan harapan operasi perusahaan bia lebih baik lagi dari sebelumnya di akir periode nanti, dengan key bahwa biaya actual yang terjadi bisa koheren dengan standard cost yang ditentukan dan meskipun ada variance yang signifikan, maka itu harus bisa dijelaskan.

Sumber : www.accounting4management.com, Sumber gambar : www.automationworld.com

About these ads